Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan itu sendiri berarti mengarahkan perkembangan manusia kearah masa depan yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan kualitas dan makna hidup. Pendidika merangsang kreatifitas seseorang agar sanggup untuk maju menghadapi tantangan tantangan alam, masyarakat yang kompleks, teknologi yang selalu berkembang serta kehidupan yang makin pelik dan kompleks ini. “pendidikan adalah sebuah proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan”.
Dan guru mempunyai peran yang sangat signifikan dalam kemajuan pendidikan. Profesionalisme guru sangat mendukung dalam memajukan pendidikan. Dalam undang undang No 14 tahun 2003 tentang guru dan dosen pasal 8 disebutkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, dan memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Guru sebagai seorang pendidik dan mengajar harus memiliki berbagai keterampilan dalam rangka mencapai tujuan dalam pembelajaran. berbagai keterampilan tersebut adalah keterampilan bertanya, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan membuka menutup pelajaran, keterampilan menjelaskan, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengajar perorangan, keterampilan mengelola kelas dan keterampilan memberi penguatan.
sebagai seorang guru dalam proses belajar mengajar hendaknya dapat memahami siswanya, agar nantinya situasi kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik. salah satunya adalah dengan memberikan suatu penguatan baik penguatan secara verbal atau non-verbal kepada siswa apabila siswa mengemukakan pendapatnya atau menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.
Dan Penguatan menjadi salah satu dari delapan keterampilan dasar mengajar. Hal ini dikarenakan penguatan dapat mengubah prilaku siswa. Pernyataan tersebut sesuai dengan pendapat Anni yaitu “penguatan (reinforcement) merupakan unsur penting dalam di dalam belajar, karena penguatan itu akan memperkuat prilaku.
Disamping pemberian penguatan motivasi belajar siswa juga dapat mempengaruhi keterampilan berbicara, dengan adanya motivasi yang timbul, maka siswa akan bersemangat dalam belajar sehingga dapat meningkatkan hasil belajarnya terutama pada keterampilan berbicara. hal ini seperti pada peran motivasi dalam mencapai keberhasilan belajar yang dikemukakan oleh Sardiman (2007) motivasi belajar adalah dorongan menjadi penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu dan mencapai tujuan yaitu untuk mencapai prestasi pada keterampilan berbicara.
Berdasarka hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti di MAN 1 Jakabaring pada tanggal 6 Mei 2017, Bapak Tufiq Marzuki M.Pd mengatakan bahwa siswa di MAN 1 telah menguasai terhadap keterampilan berbicara. Dari hasil wawancara di MAN 1 Jakabaring yang dilakukan peneliti dengan siswa diperoleh hasil bahwa pada saat pembelajaran berlangsung guru telah memberikan pujian pada siswa yang berani maju atau manjawab pertanyaan dari guru. Dengan pujian yang diberikan oleh guru, siswa merasa percaya diri sehingga ia tidak takut dan malu lagi untuk maju kedepan kelas untuk mengerjakan soal. Namun tidak semua guru menyadari pentingnya memberi penguatan siswa melalui kata sederhana berupa pujian.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pemberian penguatan oleh guru dalam berlangsungnya proses pembelajaran merupakan hal yang sangat penting, karena dapat memberi pengaruh dalam prestasi belajar khususnya dalam keterampilan berbicara. Maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai penguatan dengan judul “Pengaruh Keterampilan Guru Dalam Memberi Penguatan (reinforcement) Dan Motivasi Siswa Terhadap Keterampilan Berbicara Pada Siswa Kelas X MAN 1 Jakabaring”.
RUMUSAN MASALAH
Bagaimana pengaruh keterampilan guru dalam memberi penguatan (reinforcement) terhadap keterampilan berbicara pada siswa kelas X di MAN 1 Jakabaring?
Bagaimana pengaruh motivasi siswa terhadap keterampilan berbicara pada siswa kelas X di MAN 1 Jakabaring?
Bagaimana pengaruh keterampilan guru dalam memberi penguatan (reinforcement) dan motivasi siswa terhadap keterampilan berbicara pada siswa kelas X di MAN 1 Jakabaring?
TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pengaruh keterampilan guru dalam memberi penguatan (reinforcement) terhadap keterampilan berbicara pada siswa kelas X di MAN 1 Jakabaring.
Untuk mengetahui pengaruh motivasi siswa terhadap keterampilan berbicara pada siswa kelas X di MAN 1 Jakabaring.
Untuk mengetahui pengaruh keterampilan guru dalam memberi penguatan (reinforcement) dan motivasi siswa terhadap keterampilan berbicara pada siswa kelas X di MAN 1 Jakabaring.
Manfaat Penelitian
Manfaat Akademis
Untuk menambah wawasan dalam mengkaji pengaruh keterampilan guru dalam memberi penguatan (Reinforcement) dan motivasi siswa terhadap keterampilan berbicara.
Manfaat Pragmatis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi guru maupun calun guru bahasa arab pada pembelajaran bahasa arab pada pemberian penguatan.
DEFINISI OPERASINAL.
Penguatan Guru (reinforcement)
penguatan adalah suatu respon yang diberikan guru terhadap suatu tingkah laku siswa dengan tujuan agar dapat memungkinkan berulangnya kembali tindakan yang dilakukan siswa tersebut.
Motivasi
Motivasi adalah suatu keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang dapat menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh anak tersebut dapat tercapai.
Keterampilan Berbicara
Keterampilan berbicara merupakan seni tentang berbicara yang merupakan sarana komunikasi dengan bahan lisan meliputi proses penyampaian fikiran, ide, gagasan dengan tujuan melaporkan, menghibur atau meyakinkan orang lain.
HIPOTESA
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan.
Berdasarkan latar belakang masalah dan kerangka teori dapat disusun hipotesis sebagai berikut:
Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pemberian penguatan (reinforcement) terhadap keterampilan berbicara pada siswa kelas X di MAN 1 Jakabaring.
Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi siswa terhadap keterampilan berbicara pada siswa kelas X di MAN 1 Jakabaring.
Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pemberian penguatan (reinforcement) dan motivasi siswa terhadap keterampilan berbicara pada siswa kelas X di MAN 1 Jakabaring.
KERANGKA TEORI
Keterampilan memberikan penguatan (Reinforcement).
Definisi Keterampilan Memberikan Penguatan (Reinforcement).
Menurut Moh User Usman pengauatan (Reinforcement) adalah segala bentuk respon, apakah bersifat verbal ataupun non verbal yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik (feedback) bagi si penerima (siswa) atas perbuatanya sebagai sustu tindak dorongan ataupun koreksi. J. Bruner dalam Slameto menyatakan bahawa dalam belajar guru harus memberikan reinforcement dan umpan balik (feedback) yang optimal pada saat siswa menemukan jawaban. Selain itu Ngalim Purwanto menyebutkan “ penguatan adalah perangsang untuk memperkuat respon yang telah dilakukan oleh guru. Seorang anak yang belajar ( telah melakukan perbuatan) lalu mendapat hadiah, maka ia akan menjadi lebih giat belajar ( responya menjadi lebih kuat).
Keterampilan dasar penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respon yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan untuk memberikaninformasi atau umpan balik bagi siswa atas perbuatan atau responya yang diberikan sebagai sustu dorongan atau koreksi.
Jenis jenis Penguatan
Penguatan Verbal
Penguatan verbal adalah penguatan yang diungkapkan dengan kata kata pujian dan penghargaan atau kata kata koreksi. Melalui kata kata itu siswa merasa tersanjung dan berbesar hati sehingga ia akan merasa puas dan terdorong untuk lebih aktif belajar. Misalnya bagus, bagus sekali, betul, pintar, ya, seratus buat kamu!
Penguatan Nonverbal
Penguatan nonverbal adalah penguatan yang diungkapkan melalui bahasa isyarat. Misalnya melalui anggukan kepala tanda setuju, gelengan kepala tanda tidak setuju, mengernyitkan dahi, mengangkat pundak dan lain sebagainya.
Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memberikan penguatan agar penguatan itu dapat meningkatkan motivasi pembelajar.
Kehangatan Dan Keantusiasan
Kebermaknaan
Gunakan Penguatan yang bervariasi
Berikan penguatan dengan segera.
Dari beberapa pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa penguatan adalah sustu respon yang diberikan guru terhadap suatu tingkah laku siswa dengan tujuan agar dapat memungkinkan berulangnya kembali tindakan yang dilakukan siswa tersebut.
Motivasi
Thomas M. Risk memberikan pengertian motivasi sebagai berikut: we may definen motivation, in a pedagodical sense, as the concious effort on the part of the teacher to establish in student motives leading to sustained activity toward the lerning goals (motivasi adalah usaha yang disadari oleh pihak guru untuk menimbulkan motif motif pada diri peserta didik/pelajar yang menunjang kegiatan ke arah tujuan tujuan belajar).
Kemudian Prof. Nasution mengemukakan: “to motivate a child to arrange condition so that the wants to do what he is capable doing” (motivasi anak peserta didik adalah menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga anak itu mau melakukan apa yang dapat dilakukan). Selain itu Morgan dkk (1996) juga mendefinisikan motivasi sebagai kekuatan yang menggerakan dan mendorong terjadinya perilaku yang diarahkan pada tujuan tertentu. Enggen dan Kauchak (1997) mendefinisika motivasi sebagai kekuatan yang memberika energi, menjaga kelangsungannya, dan mengarahkan perilaku terhadap tujuan.
Jadi, motivasi adalah suatu pendorong yang mengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. Dengan kata laim, motivasi adalahkondisi psikologisyang mendorong seseoranguntuk melakukan sesuatu.
Keterampilan Berbicara
Keterampilan berbicara (maharah al kalam)adalah kemampuan mengungkapkan bunyi bunyi artikulasi atau kata kata untuk mengekspresikan pikiran berupa ide, pendapat keinginan, atau perasaan kepada mitra bicara. dalam makna yang lebih luas, berbicara merupakan suatu sistem tanda tanda yang dapat didengar dan dilihat yang memanfaatkan sejumlah otot dan jaringan otot tubuh manusia untuk menyampaikan pikiran dalam rangka memenuhi kebutuhanya. Bahkan menurut Tarigan (1994) berbicara adalah kombinasi faktor faktor fisik, psikologis, neurologis, semantik dan linguistik secara luas sehingga dapat dianggap sebagai alat manusia yang paling penting bagi kontrol sosial.
Subyakto-Nababan (1993:175) membagi aktivitas ini kedalam dua kategori, yaitu:
Latihan Prakomunikatif
Latihan prakomunikatif tidak berarti bahwa latihan latihan yang dilakukan belum komunikatif, tetapi yang dimaksud membekali para pelajar kemampuan kemampuan dasar dalam berbicara yang sangat diperlukan ketika terjun dilapangan, seperti latihan penerapan pola dialog, kosakata, kaidah,mimik muka, dan sebagainya. Pada tahap ini keterlibatan guru dalam latihan cukup banyak dalam latihan, karena tentu saja setiap unsur kemampuan yang diajarkan perlu diberi contoh.
Ada beberapa teknik yang mungkin dilakukan dalam latihan prakomunikatif, antara lain:
Hapalan Dialog (al-hifzh ‘ala al hiwar)
Dialog melalui gambar (al-hiwar bil-shuwar)
Dialog terpimpin (al-hiwar al-muwajjah)
Dramatisasi tindakan (al-tamtsil al-suluki)
Teknik praktek pola (tatbiq al-mamadziq)
Latihan Komunikatif
Latihan komunikatif adalah latihan yang lebih mengandalkan kreativitas para pelajar dalam melakukan latihan. Pada tahap ini keterlibatan guru secara langsung mulai dikurangi untuk memberi kesempatan kepada mereka mengembangkan kemampuan sendiri. Para pelajar pada tahap ini ditentukan untuk lebih banyak berbicara dari pada guru. Sedangkan penyajian latihan diberikan secara bertahap, dan dianjurkan agar materi latihan dipilih sesuai dengan kondisi kelas.
Beberapa aktivitas yang memungkinkan dilakukan dalam latihan komunikatif secara bertahap adalah sebagai berikut:
Percakapan kelompok (al-hiwar al-jama’i)
Bermain peran (al-tamtsil)
Praktek ungkapan sosial (tathbiq al-ta;birat al-ijtima’iyyah)
Praktek lapangan (al-mumarasah fi al-mujtama’)
Problem solving (hill al-musykilat).
Secara sistematis dapat dibuat skema kerangka pemikiran dalam penelitian ini sebagai berikut:
Gambar 1 : Kerangka Berpikir
TELAAH PUSTAKA
Skripsi yang ditulis oleh Pertiwi Wahyu Nugraheni yang berjudul “Pengaruh Pemberian Penguatan (Reinforcement) dan Fasilitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X SMA N 1 Klego Boyolali Tahun 2010/2011. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Klegon Boyolali, menggunakan metode deskriptif yang termasuk pada pendekatan kuantitatif dan pengambilan sampling dengan menggunakan teknik proporsional random sampling dan pengumpulan data menggunakan teknik angket dan dokumen. Hasil dari penelitian ini adalah adanya pengaruh yang signifikan pemberian penguatan (reinforcement) terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas X SMA N 1 Klego Boyolali tahun 2010/2011.
Penelitian Pertiwi Wahyu Nugraheni, menyimpulkan adanya pengaruh yang signifikan pemberian penguatan terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas X SMA N 1 Klego Boyolali tahun 2010/2011, dan hanya penelitian ini berfokus pada pamberi penguatan terhadap prestasi belajar.
Skripsi yang ditulis oleh Trihesty, Oktavika yang berjudul Pengaruh Pemberian Penguatan (Reinforcement) Terhadap Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas V SD Daerah Binaan V Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang 2015.
Penguatan menjadi salah satu dari delapan keterampilan dasar mengajar guru. penguatan sangat berperan dalam proses belajar mengajar. penguatan yang dilakukan oleh guru dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa. penguatan dalam kelas akan mendorong siswa meningkatkan usahanya dalam kegiatan belajar mengajar dan mengembangkan hasil belajarnya.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian penguatan terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V SD Daerah binaan V kecamatan petarukan kabupaten pemalang. penelitian ini menggunakan metode penelitian survei korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik proportionate stratified random sampleing . Variable penelitian meliputi pemberian penguatan sebagai variable bebas dan hasil belajar IPA sebagai variable terikat. teknik perhitungan pengujian hipotesis menggunakan bantuan program SPSS versi 20. Teknik pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi, korelasi, dan koefisien determinasi.
Penelitian Trihesty Oktavika, Lebih fokus pada pemberian penguatan terhadap hasil belajar, bahawa terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian penguatan terhadap hasil belajar Pada Siswa Kelas V SD Daerah Binaan V Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang 2015.
Skripsi yang ditulis oleh Ratna Latifah Jati, yang berjudul Pengaruh penguatan guru terhadap motivasi belajar siswa kelas V SD Negeri se gugus wiropati kecamatan Grabag Kabupaten Magelang. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri se gugus wiropati kecamatan Grabag Kabupaten Magelang, peneliti ini menggunakan penelitian ex-post facto yang termasuk pada pendekatan kuantitatif, dan teknik yang digunakan adalah teknik proportional cluster random sampling. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemberian penguatan dan motivasi belajar siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket (questionnarire). Uji validitas yang digunakan adalah uji validitas konstrak instrumen dikonsultasikan kepada ahli kemudian diuji cobakan kepada responden dan dianalisis menggunakan rumus alpha.
Penelitian Ratna Latifah Jati, Lebih fokus pada pemberian penguatan terhadap motivasi belajar siswa , bahawa terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian penguatan terhadap motivasi belajar siswa kelas V SD Negeri se gugus wiropati kecamatan Grabag Kabupaten Magelang.
Berdasarkan penelitian diatas, pemberian penguatan merupakan hal yang sangat penting. Penguatan merupakan respon terhadap suatu prilaku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali prilaku. Penggunaan penguatan dapat memberikan motivasi belajar kepada siswa. Berdasarkan pernyataan tersebut penulis ingin meneliti tentang Pengaruh keterampilan guru dalam memberi penguatan (reinforcement) dan motivasi siswa terhadap keterampilan kalam.
METODOLOGI PENELITIAN
Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian merupakan bentuk rancangan yang digunakan dalam melakukan prosedur penelitian. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, karena pendekatan ini digunakan untuk mengeksplorasi data yang berasal dari tiga variabel tersebut, maka peneliti ini bertujuan untuk mengetahui hungan antara variabel. Adapun metode yang digunakan adalah metode survey. Dan peneliti mengambil lokasi penelitian di MAN 1 Jakabaring.
Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya.
Dalam penelitian ini variable dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
Variabel bebas ( independent variables)
Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahanya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Adapun dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebasnya adalah Keterampilan guru dalam memberi penguatan Reinforcement (X1).
Variabel Moderator
Variabel Moderator adalah variabel yang mempengaruhi(memperkuat dan memperlemah) hubungan antara variabel independen(bebas) dan (dependen) terikat. Adapun dalam penelitian ini yang menjadi variabel moderatornya adalah motivasi siswa(X2).
Variabel Terikat (dependent variables)
Variabel Terikat adalah variabel variabel yang bergantung pada variabel-variabel bebas. Adapun variabel tersebut adalah keterampilan berbicara(Y).
Adapun bagan penggambaran hubungan variabel yang akan dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut :
Bagan hubungan ketiga variabel
Sehingga peneliti ini menggunakan paradigma ganda dengan dua variabel bebas dan satu variabel terikat, sebagaimana bagan dibawah ini:
Bagan hubungan antara variabel
Dari bagan tersebut dapat disimpulkan bahwa:
Pengaruh keterampilan guru dalam memberi penguatan (reinforcement) terhadap keterampilan berbicara.(R1)
Pengaruh motivasi siswa terhadap keterampilan berbicara.(R2)
Hubungan antara keterampilan guru dalam memberi penguatan (reinforcement) dan motivasi siswa.(R3)
Pengaruh keterampilan guru dalam memberi penguatan (reinforcement) dan motivasi siswa terhadap keterampilan berbicara.(R4)
Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa MAN 1 Jakabaring, yang terdiri dari 862 siswa/siswi. Adapun deskripsi dari populasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Kelas
Jenis
Jumlah perjenis
Jumlah perkelas
X
Putra
123
294
Putri
171
XI
Putra
108
319
Putri
211
XII
Putra
97
249
Putri
152
Jumlah Total
862
Adapun pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Probebility Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Karena dalam Probebility Sampling terdapat beberapa teknik untuk pengambilan sampel yaitu Simple Random Sampling. Dikatakan Simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperlihatkan strata yang ada dalam populasi itu. Dari populasi sebanyak 862 siswa, maka peneliti menggunakan sampel yang dikembangkan oleh isaac dan michael. Peneliti menggunakan pengambilan sampel ini karena peneliti berasumsi bahwa populasi dalam penelitian ini adalah heterogen. Karena memiliki tiga variabel dan kelas yang berbeda beda.
Berikut perhitungan sample tersebut:
Bagan jumlah populasi dan sampel
Metode Pengumpulan Data
Angket/Kuisioner
Angket/Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Teknik pengumpulan data yang efisien bila jumlah responden cukup besar dan luas, dan kuisioner dapat berupa pertanyaan/ pernyataan tertutup atau terbuka. Dan dapat diberikan kepada responden secara langsung atau tidak langsung. Angket digunakan untuk memperoleh data mengenai keterampilan guru dalam memberi penguatan (reinforcement) dan motivasi siswa.
Metode Test
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, jemampuan serta bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Dengan metode ini peneliti akan mengumpulkan tes yang berisi soal soal untuk mengukur keterampilan berbicara.
Prosedur Pengolahan data
Uji validitas Tes
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat tingkat kevalidan atau keshahihan suatu instrumen. Sebuah instrumen bisa dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Adapun rumus product moment angka kasar, yaitu:
rxy =
Keterangan :
rxy = Koefesien korelasi antara variabel X dan variabel Y
N = Jumlah responden
X = Skor masing-masing pertannyaan
Y = Skor total
Uji validitas non-test
Validitas non-tes dalam hal ini rumus yang digunakan yaitu t atau tes t rumus ini digunakan untuk menguji kebenaran atau kepalsuan hipotesis nihil yang menyatakan bahwa diantara dua buah mean sampel yang diambil secara random dari populasi yang sama tidak terdapat perbedaan yang signifikan.
Rumus t tes:
=
Realibitas instrumen
Uji reabilitas dalam penelitian ini menggunakan rumus alpha, karena skor item bukan nol atau satu. Bahwa rumus alpha digunakan untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan nol atau satu, misalnya angket atau soal dalam bentuk uraian. Dan untuk mempermudah perhitungan, peneliti menggunakan alat bantu hitung SPSS 13.
Rumus alpha tersebut adalah:
Keterangan:
r = Reliabilitas instrumen
K = banyak butir soal
= Jumlah varian butir
σ = Varian total
Analisis Data
Analisis Data dalam penelitian ini merupakan jawaban dari rumusan masalah dan hipotesa yang diajukan oleh peneliti dengan menggunakan rumus statistik.
Rumusan Masalah
Hipotesa
Rumus
Bagaimana pengaruh keterampilan guru dalam memberi penguatan (reinforcement) terhadap keterampilan berbicara pada siswa kelas X di MAN 1 Jakabaring?
Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pemberian penguatan (reinforcement) terhadap keterampilan berbicara pada siswa kelas X di MAN 1 Jakabaring.
Korelasi product moment dilanjutkan dengan regresi tunggal
Bagaimana pengaruh motivasi siswa terhadap keterampilan berbicara pada siswa kelas X di MAN 1 Jakabaring?
Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi siswa terhadap keterampilan berbicara pada siswa kelas X di MAN 1 Jakabaring.
Bagaimana pengaruh keterampilan guru dalam memberi penguatan (reinforcement) dan motivasi siswa terhadap keterampilan berbicara pada siswa kelas X di MAN 1 Jakabaring?
Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pemberian penguatan (reinforcement) dan motivasi siswa terhadap keterampilan berbicara pada siswa kelas X di MAN 1 Jakabaring.
Regresi ganda
Adapun penjabaran dari rumus-rumus diatas adalah:
Rumus product moment
rxy =
Keterangan :
rxy = Koefesien korelasi antara variabel X dan variabel Y
N = Jumlah responden
X = Skor masing-masing pertannyaan
Y = Skor total
Rumus regresi tunggal
Y = a + bX
Keterangan :
Y = Variabel terikat
X = Variabel bebas
a dan b = Koefisien regresi
Rumus regresi ganda
Keterangan :
Y = Prestasi belajar akuntansi
= Kontanta
= Variabel tipologi belajar
= Variabel kesulitan belajar
= Koefisien regresi
Sistematika Penulisan
Dalam penyusunan skripsi ini, peneliti menyajikan pembahasan yang merupakan pola dasar dari pembahasan skripsi dalam bentuk bab dan subbab yang secara logis dan berhunguan yang terdiri dari lima bab dengan pembahasan sebgai berikut :
Bab I merupakan pendahuluan yang mencakup tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kerangka teori, tinjauan pustaka, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan.
Bab II membahas landasan teori tentang pengaruh keterampilan guru dalam memberi penguatan dan motivasi siwa terhadap keterampilan berbicara.
Bab III memaparkan gambaran umum tentang tempat penelitian yaitu MAN 1 Jakabaring, berupa letak georgarafis, sejarah berdiri, visi misi dan tujuan, keadaan guru, serta sarana prasarana pendidikan.
Bab IV merupakan analisa data tentang keterampilan guru dalam memberi penguatan dan motivasi siwa terhadap keterampilan berbicara siswa di MAN 1 Jakabaring.
Bab V merupakan penutup yang terdiri dari kesimpulan, saran-saran dan kata penutup, kemudian daftar pustaka, dan lampiran-lampiran yang terkait dengan penelitian.